Sabtu, 12 November 2011

Hary Tanoesoedibjo: enough is enough

Pemimpin harus tahu kemana tujuan yang ingin dicapainya. Baik bagi bisnis dan pribadinya. Ketika Tuhan menciptakan manusia, disetiap pribadi Tuhan sudah tetapkan destinynya masing-masing. Orang yang berbahagia adalah mereka yang berjalan memenuhi panggilan hidupnya secara pribadi. Pendidikan, bisnis, uang, jabatan adalah alat, bukan tujuan hidup manusia. Inilah alasan Hary Tanoesoedibjo terjun politik, bergabung dengan Partai Nasdem. "Sekarang waktunya mengembangkan destiny saya. Enough is enough. Saya pribadi ingin mengabdi dengan pikiran dan tenaga semaksimal yang saya bisa.", demikian katanya.
Oleh sebab itu, pemimpin harus jangan kehilangan arah tujuannya. Anda dipanggil untuk menjadi pribadi yang berarti. Pemimpin dipanggil untuk membawa perbaikan bagi generasi atau komunitasnya. Itulah yang harus menjadi ambisi setiap pemimpin, membangun suatu generasi yang luar biasa. Dimulai dari keluarga, lingkungan dan bangsanya.

Bagaimana dengan Anda? Janganlah sibuk bukan dengan panggilan hidup Anda.


Jumat, 11 November 2011

Memahami pergerakan pasar

Pasar terus bergerak, jika bisnis Anda mau sukses, maka Anda harus menjalankan bisnis yang dinamis. Jika dulu penopang terbesar pasar ada di kelas atas, kini pergerakan pertumbuhan besar sekali di menengah. Artinya Anda perlu menyesuaikan produk untuk kelas ini. Pertumbuhan properti bisa dijadikan salah satu tolok ukurnya. Pertumbuhan properti tahun 2011 terbanyak di kelas menengah, yakni sekitar 65%, apartemen 5-10%, dan selebihnya kelas atas.
Anda harus semakin jeli dalam memahami pergerakan pasar, baik secara demografis, kelas sosial, gender, usia, dan lain-lain. Ketika Anda bisa dengan tepat memahami pergerakan ini, niscaya produk yang Anda jual akan lebih bisa berhasil.

Jelilah melihat pergerakan pasar.


Kamis, 10 November 2011

Rahasia sukses Avansa dan Xenia

Psikologi bukan hal yang dianggap sebelah mata di dunia bisnis. Cara Anda menjual perlu mempertimbangkan efek psikologis. Yang menggugah sisi emosional konsumen. Juga pencitraan. Mari kita belajar dari kerjasama Toyota dan Daihatsu menyukseskan Avansa dan Xenia. Mereka mau mengulangi lagi kesuksesan sebelumnya dengan meluncurkan All New Avansa dan All New Xenia. Yang menarik bagaimana mereka bisa menarik perhatian konsumen potensional untuk membeli sebelum product diluncurkan. Mereka sudah melakukan marketing sebelum product ada. Hal ini sangat menggugah sisi emosi konsumen yang ingin merasakan dan menjadi nomor satu untuk memilikinya. Ditambah lagi dengan supply yang tersendat, sehingga konsumen semakin penawaran dan ingin memilikinya, rela untuk indent dan menambah panjang mereka yang rela untuk indent.
Andapun bisa melakukannya. Sebelum product atau bisnis Anda dilaunching, sebetulnya Anda sudah bisa melakukan kegiatan marketing.

Cobalah..


Rabu, 09 November 2011

Maukah bisnis Anda seperti Shell, Dupont, Kodak yang berusia di atas 200 tahun?

Ironis sekali, banyak entrepreneur membangun bisnis namun mengejar manfaat jangka pendek, seperti keuntungan. Mereka tidak membangun perusahaan yang kokoh, tahan krisis dan berkelanjutan. Jika Anda inginkan bisnis Anda sukses berkelanjutan, selain Anda memiliki visi yang jelas, Anda perlu menjalankan bisnis secara benar. Belajarlah dari Shell, Dupont, Kodak, Sumitomo, dan Daimaru, yang berumur di atas 200 tahun. The Stora dari Swedia yang berusia lebih dari 700 tahun. Arie de Geus menyimpulkan ada empat faktor yang membuat perusahaan tersebut berumur panjang.
1. Perusahaan peka terhadap lingkungannya. Mereka mampu bergerak tepat waktu untuk menyesuaikan diri.
2. Perusahaan memiliki identitas yang kuat dan kohesif.
3. Perusahaan memiliki sikap terbuka terhadap eksperimentasi dan diversitas.
4. Perusahaan bersikap konservatif dalam perkara keuangan. Cermat dan hemat dalam belanja keuangan.
Dari keempat hal ini, sangat ditentukan oleh sikap entrepreneur dalam menjalankan bisnisnya. Keempat hal ini adalah hal abstrak yang tak berwujud namun menentukan bagaimana kelangsungan bisnis Anda.

Jangan abaikan.


Selasa, 08 November 2011

Belajar dari iklan Toyota Dyna dan Santika

Iklan mulai beralih lagi, yang dulu menginformasikan produk beralih ke menjelaskan kelebihan, saat ini iklan yang menjawab dan atau menjual kebutuhan. Iklan Toyota Dyna yang menjelaskan kebutuhan kelancaran pasokan bisnis Air Minum dalam Kemasan, dibutuhkan layanan trucking. Toyota Dyna bisa menjawab kebutuhan tersebut. Iklan jaringan hotel Santika, menjual pemandangan dan wisata daerah, serta kemudahan reservasi on line. Kedua perusahaan ini sudah beriklan dengan strategi terkini.
Bisnis saat ini harus lebih kreatif. Untuk menembus kejenuhan dan perbedaan dari pesaing, Anda perlu menciptakan sesuatu, yang di dalamnya produk Anda terjual. Anda bisa mengembangkannya mulai dari fungsi produk yang Anda jual, kaitannya dengan industri lain.

Susunlah.

Senin, 07 November 2011

Diversifikasi Pasar

Seringkali kita terlena dengan rutinitas, sehingga tidak mampu melihat dengan baik situasi dan peluang disekitarnya. Anda bisa memperbesar penjualan dengan membuka wilayah baru. Wilayah yang dimaksud bukan saja secara geografis tapi juga gender, usia dan jenis kelamin. Seperti produk kosmetik yang bisa memperbesar penjualan dengan produk pembersih muka bagi pria. Ini juga yang dialami pengusaha ekspor Indonesia yang memperbesar ekspor ke India, yang dulu hanya didominasi AS, Jepang, China, Malaysia, dan Singapura. Posisi India sudah menjadi di peringkat keempat. India kita kenal punya populasi penduduk yang besar, sangat potensial.
Perhatikanlah peluang market baru yang bisa memperbesar bisnis Anda. Buka cabang di daerah yang belum optimal, pengembangan produk baru untuk segmen yang belum optimal dan tambah channel guna menyalurkan produk Anda ke pelanggan yang belum tersentuh bisa dijadikan cara untuk pengembangan penjualan Anda.

Bukalah market baru bagi produk Anda.


Minggu, 06 November 2011

Cara Zyrex menghadapi merk-merk besar

Sebelum berbisnis, Anda harus siap untuk bersaing. Artinya Anda harus siap untuk survive dengan terus bertahan dan membuat perbedaan. Jika jantung adalah penyakit nomor satu yang mematikan, ketidaksiapan untuk bersaing adalah alasan nomor satu banyak pebisnis gulung tikar. Lihatlah bagaimana Zyrex, merk lokal komputer yang berani bersaing dengan merk global. Zyrex berani melawan dengan produk global dengan bekal pemahaman wilayah dan pasar Indonesia yang lebih baik. Zyrex juga mengedepankan kualitas dan palayanan dalam menghadapi persaingan dengan merk-merk besar.
Dua kata kunci dalam persaingan; bertahan dan terus memperbaiki diri. Pemenang bisnis akan terus berusaha mencari jalan untuk menyukseskan bisnisnya. Ketika Anda bersaing, perlu kejelian untuk memahami situasi dan pesaing. Ketika Anda bisa lebih paham atas hal tersebut, maka strategi bisnis yang akan Anda ambil akan lebih efektif, mengena.

Terus bertahan dan memperbaiki diri.


Sabtu, 05 November 2011

Belajar bisnis dari CEO Unilever Paul Polman

Ingin mengejar sesuatu tidak cukup dengan niat saja, Anda perlu tahu caranya bagaimana. Demikian pula dalam berbisnis, visi saja tidak cukup, Anda perlu cara atau strategi untuk mencapai visi tersebut. Inilah yang dipunyai oleh CEO Unilever, Paul Polman, dia tidak saja punya produk yang baik dan beraneka ragam, namun dibalik kesuksesan Unilever, ada 1 juta toko di Indonesia yang menjual produk Unilever, tak ada perusahaan lain yang seperti ini. Tak heran jika 1 dari 10 produk yang dipakai di rumah pastilah salah satu produk Unilever.
Unilever tidak sekadar punya impian bisnis, namun mereka membangun jaringan distribusi yang sangat baik. Untuk membangun jaringan distribusi butuh pengorbanan, komitmen dan ketekunan. Bisnis tidak berhasil dengan sendirinya, perlu berbagai hal dipersiapkan agar bisnis bisa bertumbuh dengan baik.
Unilever memperhatikan konsistensi kualitas produknya, dimulai dari pemilihan bahan mentah produksi yang baik.

Pikirkanlah cara yang efektif guna bisnis Anda berhasil.


Jumat, 04 November 2011

Integritas UNESCO

Pemimpin tegak berdiri di atas integritas dan kemandirian. Demikianlah layak diacungkan jempol para pemimpin UNESCO saat ini, ketika mereka berani menerima Palestina menjadi anggota UNESCO dengan konsekuensi kemarahan negara-negara pendonor besar. Hal itu menjadi kenyataan ketika Amerika Serikat dan Israel menyetop pendanaan mereka kepada UNESCO. Dengan sikap tenang, pemimpin UNESCO yakin dapat melewati kesulitan dana, karena mereka sudah pernah mengalami.
Pemimpin harus bersikap obyektif, tidak melihat situasi sekitarnya dari kaca mata penguasa dan kepentingan diri sendiri. Pemimpin harus berani menyangkal dirinya dan mengambil keputusan yang berintegritas dan benar. Bahkan pemimpin harus menghadapi orang yang tidak menyukai dirinya karena keputusan yang mereka ambil. Juga mereka harus berani berjiwa besar mengikuti pendapat orang-orang yang tidak disukainya.
Jadilah pemimpin, tanggalkan diri sendiri dan menyukakan orang tertentu.


Papandreou, pelajaran dalam mengambil keputusan

Satu hal yang dinilai dari sebuah kepemimpinan adalah perbaikan. Apa yang sedang dan telah dia lakukan untuk perbaikan keadaan yang lebih baik. Itulah bekas dari seorang pemimpin. Keputusan, pengorbanan dan tindakan akan menjadi sejarah dan mengukir pemimpin seperti apa dia. Inilah juga yang dituai oleh Papandreou, Perdana Menteri Yunani yang rencana melakukan referendum terhadap dana talangan dari troika, termasuk Uni Eropa. Tindakan ini dikecam oleh banyak pihak. Diketahui tindakan yang diambilnya itu tidak ada seorangpun yang tahu, dia mengambil keputusannya sendiri. Sedikit orang yang diberi tahu.
Periksalah keputusan yang Anda buat. Buatlah keputusan yang memperbaiki keadaan lebih baik. Diskusikan, dapatkan ide dan pendapat sebanyak mungkin orang yang tepat.

Kualitas pemimpin diketahui dari kualitas dia memutuskan.


Kamis, 03 November 2011

Rahasia Bodrex tetap bertahan walau berusia 40 tahun

Semakin hari Anda harus semakin detail dalam memahami situasi bisnis dan mengambil keputusan. Salah satunya Anda perlu mempelajari penentu pembelian atas produk yang ada di dalam industri yang Anda geluti. Jika Anda paham dengan tepat penentu pembeli, maka Anda akan tepat dan efektif pula semua iklan, promo, fitur produk. Inilah yang dilakukan oleh Bodrex. Ketika memahami keluarga, dalam hal ini wanita atau ibu yang menjadi penentu pembelian, mereka mengubah fituriklan mereka dari figur yang macho, trendi dan bertanggung jawab (Dede Yusuf), ke yang berjiwa muda dan diidolakan oleh banyak wanita (Aditya Herpavi).
Ketika Anda sudah paham siapa penentu produk Anda, lakukanlah pendekatan yang sesuai dengan mereka. Sentuhlah mind dan heart mereka sesuai dengan kebiasaan, gaya, dan pola pikir mereka.

Tentukan siapa penentu pembelian produk Anda.


Ikuti perusahaan Swiss dan Belanda, jangan China dan Rusia

Bisnis yang sustainable adalah perusahaan yang dapat dipercaya. Perilaku jujur, tidak membohongi merupakan investasi yang memang tidak cepat dirasakan hasilnya, tapi menjaminkan kelangsungan bisnis Anda. Janganlah tergoda untuk ambil jalan pintas dengan perilaku tidak jujur. Konsistenlsh untuk terus meningkatkan daya saing dan daya tahan usaha Anda. Contohlah perilaku perusahaan Belanda dan Swiss bukan perusahaan China dan Rusia, yang berdasarkan Transparansi Internasional diperingkat paling bawah, yakni di posisi ke-27 dan 28. Itu artinya perusahaan di dua negara itu "paling curang", paling suka menyuap untuk melancarkan kegiatan bisnisnya, baik di dalam maupun luar negeri.
Berhentilah untuk jalan pintas, entrepreneur sejati takkan membohongi diri sendiri, mereka terus meningkatkan kualitas kerja bisnisnya, yakni: product, service, operational excellence, dll. Berkarya, perbaikan yang berkelanjutan, dan customer first adalah moto yang mengalir di dalam diri mereka.

Bagaimana dengan Anda, termasuk yang mana?


Rabu, 02 November 2011

Marketing in Indonesia

Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik di Indonesia, selain bertambah banyaknya kelas menengah di Indonesia, juga merubah perilaku konsumen di Indonesis. Lebih selektif, lebih edukatif, berkelas. Dengan adanya perkembangan yang seperti ini, betullah yang dikatakan oleh Hermawan, ada tiga hal yang perlu Anda bangun: product leadership, customer intimacy, dan operasional excellence.
Product, customer dan operational menjadi tiga pokok daya saing yang harus Anda fokuskan untuk terus improve. Produk baru yang lebih unik dan unggul, pelayanan pelanggan yang lebih personal, dan kegiatan operasional yang lebih simple, cepat, tepat dan memudahkan.

Sudahkah bisnis Anda sesuai dengan masa depan marketing in Indonesia?


Selasa, 01 November 2011

Belajar menyelesaikan masalah dari kisruh Qantas Airways

Penghambat yang dibiarkan tidak terselesaikan dengan cepat, sering menjadi masalah yang banyak terjadi di beberapa perusahaan. Seringkali hal ini terjadi karena masalah kepemimpinan yang buruk dan kecilnya jiwa entrepreneurship. Tidak demikian dengan yang terjadi dengan kisruh buruh di Qantas Airways, pengadilan tenaga kerja memerintahkan Qantas agar segera terbang dan melarang serikat pekerja mogok kerja selama proses negosiasi berlangsung.
Kualitas keputusan memang penting, tapi ada yang lebih penting, yaitu keputusan itu sendiri. Jangan mendiamkan sebuah masalah, sejak kecilpun masalah harus diselesaikan.

Putuskanlah!